Kenali Penyebab Speech Delay Pada Anak , Penting Untuk Diperhatikan!

Speech delay adalah salah satu jenis gangguan komunikasi yang menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara.

Secara umum speech delay adalah keterlambatan perkembangan bicara yang dialami oleh anak dibandingkan dengan anak seusianya.

Pada umumnya bayi berusia 15 bulan telah bisa berceloteh minimal 50 kata, sedangkan pada usia 2 tahun seharusnya telah dapat mengucapkan satu hingga dua kalimat saat ingin melakukan komunikasi.

Seorang anak memiliki perkembangan bagus, normalnya akan mengucapkan kata pertama, meskipun kurang jelas semisal “mam” atau “mah, pah.”

Orang tua mempunyai peran besar dalam memantau perkembangan anak. Jika seorang anak usia dua tahun bahkan hingga tiga tahun mengalami kesulitan atau bahkan tidak bisa mengucapkan satu kalimat saja karena adanya gangguan komunikasi, hal ini perlu diperhatikan oleh orang tua.

Kenali Penyebab Speech Delay Pada Anak

Para orang tua harus waspada dan bisa mencari penyebab speech delay pada anak.

Mereka dapat mencari tahu beragam penyebab dari speech delay. Dalam beberapa kasus, gangguan keterlambatan bicara terjadi karena beberapa faktor sekaligus.

Apa saja yang menjadi penyebab terjadinya speech delay, berikut ulasannya;

1. Kurangnya Stimulus

Anak mengalami speech delay bisa terjadi karena kurangnya stimulus dari orang tua atau lingkungan sekitar.

Sewajarnya, seorang anak harus belajar bicara terlebih dahulu agar bisa masuk dalam sebuah percakapan.

Akan tetapi, jika seorang anak tidak pernah diajak berbicara, maka akan kesulitan menangkap pembicaraan dengan orang lain.

Orang tua atau orang terdekat dari anak bisa melakukan proses belajar berbicara dimulai dengan memberikan kegiatan apa pun sebagai stimulus.

Mereka bisa memberikan latihan dengan sering mengajak anak berbicara, bernyanyi, membacakan buku, atau yang lainnya.

2. Memiliki Gangguan Fisik

Faktor yang menyebabkan speech delay cukup beragam. Ada yang berasal dari internal ada juga karena faktor eksternal, misalnya kurangnya stimulus yang diberikan.

Anak mengalami speech delay bisa jadi karena gangguannya berasal dari gangguan internal.

Misalnya dengan adanya gangguan fisik seperti langit-langit mulut yang sumbing atau memiliki frenulum yang sangat pendek.

Apabila mengalami kondisi ini, maka akan menyulitkan anak untuk berkomunikasi sehingga terjadi speech delay.

Orang tua bisa melakukan konsultasi dengan dokter yang berpengalaman dalam menangani anak dengan gangguan tersebut, agar bisa sembuh.

3. Tinggal di Lingkungan Bilingual

Orang tua yang melakukan komunikasi dua bahasa dalam lingkungan rumah, harus waspada jika suatu hari memiliki anak yang tidak mau berbicara atau memperlihatkan tanda-tanda belum dapat berkomunikasi sesuai dengan perkembangan usianya.

Mereka yang menggunakan dua bahasa, awalnya mungkin akan menyulitkan anak untuk berbicara karena adanya kebingungan dalam berbahasa hingga membuat anak mengalami keterlambatan bicara.

Namun, seiring berjalannya waktu anak dengan lingkungan bilingual akan dapat menyesuaikan diri bahkan mahir dalam dua bahasa tersebut.

4. Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan berbasis neurologis yang umumnya terjadi pada anak sebelum menginjak usia 36 bulan.

Tanda anak mengalami autisme ini bisa bermacam-macam, salah satunya adalah perkembangan bahasa yang tertunda.

Anak mengalami kegagalan kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain, adalah salah satu dampaknya. T

ermasuk di antaranya adalah gangguan aktivitas motorik di mana terjadi perulangan yang stereotipik.

Beberapa ahli juga ada yang menyebutnya speech delay ADHD. Sebenarnya seorang anak yang mengalami gangguan tersebut tidak selalu mengkhawatirkan, asalkan orang tua bisa mendampingi anak untuk mengatasi gangguan keterlambatan bicara tersebut.

Orang tua pun bisa melakukan konsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan solusi yang lebih tepat.

5. Masalah Motorik dan Mulut

Penyebab terjadinya speech delay pada anak selanjutnya adalah, karena adanya gangguan motorik dan masalah dalam mulut.

Seorang anak akan mengalami masalah dalam mengontrol otot dan bagian tubuh lainnya yang digunakan untuk bicara, karena adanya gangguan pada area otak yang bertanggungjawab untuk produksi bicara.

Anak yang memiliki gangguan pada bibir, lidah, dan rahang, membuat kesulitan untuk mengeluarkan satu atau dua kata di awal perkembangan bicaranya.

6. Adanya Gangguan Pada Pendengaran

Seorang anak yang mengalami gangguan pendengaran, kemungkinan besar akan kesulitan dalam memahami ucapan orang lain.

Kondisi ini menyebabkan anak kesulitan menguasai kata-kata, sehingga akhirnya dia tidak mampu meniru dengan sempurna setiap perkataan orang lain.

Dia kurang dapat mendengar dengan jelas, sehingga tidak dapat melakukan percakapan dengan lancar, baik, dan benar.

Faktor-faktor yang menyebabkan speech delay pada anak tidak bisa diabaikan begitu saja.

Sebagai orang tua mungkin bisa menghindarkan anak dari speech delay, secara dini asal mau lebih berusaha.

Mereka harus memerhatikan dengan betul perkembangan bicara pada anak, utamanya ketika menginjak usia satu tahun.

Ketika anak tidak mengoceh, tidak merespon, atau tidak bisa meniru kata yang diucapkan oleh orang tua, maka mereka bisa memberikan stimulus secara terus menerus untuk mengasah perkembangan motorik dan sensorik anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.